Pelajaran yang diperoleh hari ini adalah pelajaran tentang SABAR.
Hari inii saya digembleng habishabisan hanya untuk berlaku sabar. Dari pagi hingga sore. Sepanjang waktu.
Berlaku sabar,, ternyata bukan hanya sekedar untuk berlaku menahan hawa nafsu tentang hubungan ‘itu’ saja,, namun juga hawa nafsu untuk marah,, hawa nafsu untuk berbohong,, hawa nafsu untuk berbuat dosa dan yang lainnya. Itulah mengapa setan merupakan musuh yang nyata bagi manusia karena setan menggoda hawa nafsu manusia. Dan bagian itulah yang paling rentan di seantero tubuh -jiwa dan raga- manusia.
Dan hasilnya: FAILED!!!
Dari pagi hingga malam sore menjelang malam,, saya telah gagal untuk menahan hawa nafsu saya,, terutama hawa nafsu yang menjerumuskan.
Walaupun saya boleh berbangga,, tidak semua nafsu saya gagal di dalamnya. Ada dua hal yang dengan bangga mampu melaluinya walaupun sedikit kesalahan saya lupakan. Dan bila saya tidak segera melakukannya,, saya khawatir saya tidak mampu menahannya lebih lama lagi.
Dua hal itu adalah:
1. Ketepatan waktu akan komitmen saya
2. Karena saya tidak harus marahmarah dan berteriak di depan semuanya dan saya lebih memilih walk out
Memang berat di rasa hari ini,, bukan dengan maksud untuk mengeluh,, tapi memang inii yang benar terjadi dan tidak seharusnya terjadi. .
ARGH!!
Satu hal yang sungguh merepotkan saya adalah: KETERLAMBATAN!!
Saya benci dengan yang namanya terlambat,, apapun alasannya dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. .
Terlalu panjang jika harus saya ceritakan secara detil,, tapi yang membuat saya geram adalah ketika saya mengusahakan untuk datang tepat waktu biarpun saya harus kebasahan ditimpa air hujan selama perjalanan yang cukup jauh,, yang lain dengan songongnya tidak memunculkan diri tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tanpa ucapan maaph yang keluar. Bukan masalah bagiku,, saat itu. Didikan yang mereka terima sudahlah salah sejak dari awal,, dan saya mengerti.
Sudah begitu,, saya ngempet emosi saya,, ditambah dengan perilaku senioritas jelas tampak di kelas siang inii. Kelas dua dan Kelas satu. Terlihat dengan jelas dan gamblang mana yang kelas dua dan kelas satu. Sungguh pemandangan yang sangat miris yang SAMA SEKALI TIDAK KAMI AJARKAN DAN TIDAK KAMI CONTOHKAN!!
Fuhhh,,
Memang,, sabar itu yang paling susah diterapkan. Dan saya mengamini hal itu. Dan bukan tidak mungkin seorang manusia tak bisa menggenggam perasaan sabar itu dan mulai memuntahkan perasaannya kepada siapa yang membuatnya jengkel, dongkol dan yang lainnya.
Teman,, berlatihlah berbuat sabar dari sekarang. Prediksi saya,, dua bulan ke depan,, suasana akan semakin hiruk pikuk dan lebih membutuhkan perasaan sabar level akut. Semoga Berhasil. Saya juga akan berusaha berlaku sabar dan menahan nafsu amarah saya. .
)
-Muhammad Hendratampandh Setiawan Wignyosoemarto- Posted with WordPress for BlackBerry.
