hari kamis, hari dimana aku beserta kakak sodara dan, sponsor utama kami, bulek kami tercinta untuk latihan di sanggar MELATI di daerah ronodigdayan.
.
hari ini sepertinya kami terlambat beberapa menit untuk menghampiri bulek dan berangkat bersama. mungkin, karena sodara aku belum begitu lancar mengendarai sepeda motor non-matic, makanya kakak ku berangkat berbonceng dengan sodaraku itu dan aku sendirian.
.
berangkatlah kami dengan rute yang sama, bedanya kali ini aku berada pada posisi kedua, sekalian berjagajaga jika terjadi sesuatu.
sampailah kami bertiga dengan dua motor d sebuah tempat, yang dulu, terkenal angker. tapi karena sudah biasalah aku melewati rute itu, maka bersantailah aku melewati rute itu.
.
tak lama setelah arah belokan ke kanan di samping ‘cakruk’ tua, kulihat seorang nenek tua agak bungkuk dengan kerudung warna pucat berjalan sendirian menuju arah selatan. seketika, karena terlalu sering nonton film horor, terlalu sering mendengar cerita horor dan terlalu sering berimajinasi, kupikir neneknenek tua itu adalah hantu penunggu jalan itu. beberapa detik kemudia, aku melewati nenek tersebut. di depanku, nenek itu menoleh ke arah kiri seakan ingin mengetahui siapa yang beraniberaninya lewat sekalian menunjukkan siapa jatidiri nenek itu sebenarnya.
.
setelah kakak dan sodaraku melewati nenek itu, giliranku telah tiba untuk melewati nenek itu. karena sang nenek itu telah berusaha mencari tahu siapa yang lewat, iseng saja aku melihat muka si nenek dan ingin memastikan bahwa si nenek itu manusia asli, walaupun sudah ada dalam benak ku jika nenek itu memang benar manusia yang hendak bepergian. tetapi sisi imajinatifku seolah ingin memastikannya. kulihatlah muka si nenek itu.
.
fyukh,,
betapa lega diriku setelah mengetahui bahwa si nenek itu manusia asli dan bukan sesosok hantu penunggu jalan itu.
.
hwehehe. .^e^
betapa bodohnya aku,, dah tau si nenek itu manusia,, tapi masih ajha berpikiran kalau beliau itu hantu.
benarbenar ‘stupid thinking’,,
hwehehe. .^e^
