Kehidupan memang berliku.
Orang bilang,, belumlah menjalani sebuah kehidupan jika hidup yang dijalani itu itu saja dan berkesan monoton. Membosankan.
Setidaknya ungkapan itulah yang sering bisa di dengar di kalangan masyarakat luas,, tapi benarkah seperti itu??
Entahlah,,
Saya sendiri belum juga menemukan jawaban pasti mengenai hal itu. Yang jelas bagi saya,, jalani hidup apa adanya. Bukan bearti kita pasrah mengikuti arus,, namun menjalani hidup dengan bagaimana kita bisa menikmati dan memaknai hari tersebut. Syukur kita bisa ambil pelajaran dari hari tersebut.
Mmm,,
Pernah saya mendengar cerita dari pelatih tonti saya mengenai filosofi hidupnya. Mungkin untuk saat ini,, filosofi itulah yang ia pakai. Dia bilang yang intinya adalah: boleh saja dia bolos kuliah dan lebih memilih melatih pasukan,, tapi satu hal yang pasti adalah ketika dia tidak memperoleh ilmu di dalam kelas kuliahnya,, dia memperoleh ilmu dari dia melatih pasukan itu.
Cukup indah mengingat hidup memang harus seperti itu. Belajar tidak harus di dalam kelas dan belajar juga bukan semata materi akademial saja. Hal yang lebih penting yang harus kita pelajari adalah pelajaran bagaimana kita hidup dengan orang lain. Bahkan dengan berbekal ilmu hidup dengan orang lain saja kita bisa menjadi sukses tanpa harus memiliki nilai akademi yang indah. #mungkin
Belum lama saya disadarkan oleh seorang petinggi suatu perusahaan asuransi. Beliau ini memiliki pribadi yang bagus. Terlihat dari cara berpakaian dan raut wajahnya. Waktu itu saya berada dalam satu kendaraan bersama beliau dan beliau bercerita akan sesuatu hal yang saat itu saya juga sudah mengetahuinya,, namun beliau mengetahui dan menceritakannya kepada saya lebih baik dari yang saya ketahui. .
Sekarang ini,, menurut beliau,, banyak lulusan perguruan tinggi yang langsung ingin kerja enak,, pake AC,, pake dasi,, pake mobil,, kerja nyantai bayaran tinggi. Orang yang sukses itu berawal dari bawah,, dan ketika jatuh dia bukan langsung keluar dari jalur,, tapi bagaimana dia bisa merangkak kemudian berdiri dan berlari menuju kesuksessan yang diinginkan. Kurang lebihnya seperti itu. #lupa
Dan waktu itu benar,, si bapak berhasil membuka mata saya.
Satu hal lagi yang begitu indah di dengar,, yang pernah saya dengar sebelumnya,, namun bapak inii berhasil mengolah katakatanya menjadi lebih indah dan masuk ke dalam pikiran saya jauh lebih baik daripada yang saebelumnya. Beliau bilang,, ALLAH BEKERJA SESUAI APA YANG KITA PIKIRKAN!!!
Persis seperti dalam buku The Secret yang pernah saya baca sebelumnya. Namun bapak ini memang handal dalam berbicara,, sehingga sangat mengena di benak saya yang membuat saya terharubiru saat itu. #lebay
Ingatan saya tentang isi dari buku itu kembali terkuak. Bagaimana memperoleh banyak relasi, bagaimana cara memperoleh banyak uang, bagaimana agar kita tetap sehat. Semua bergantung pada pikiran kita dan bagaimana kita menyalurkan energi positif tersebut ke alam semesta,, sehingga alam tersebut menangkap pikiran kita dan mengembalikannya dalam bentuk yang real. Istimewa bukan,,
Fuhh,,
Menurut anda sekalian,, manakah yang lebih bisa menangani orang lain: PSIKOLOG Handal atau MARKETER Level Menengah Keatas??
Menurut saya,, jelas tentu saja seorang marketer akan lebih bisa menangani seseorang jauuh lebih baik ketimbang seorang psikolog. Seorang marketer juga harus mengerti tentang seseorang yang dihadapinya yang mana setiap orang yang ia temui akan berbedabeda dan semakin banyak orang kita temui,, semakin banyak masalah yang di hadapi,, maka akan semakin bijaklah kita. Maka muncullah seorang mario teguh dan yang lainnya yang bisa dengan bijak mengatasi masalah orang lain karena dia sendiri pernah mengalaminya,, setidaknya dia bisa menganalisis dengan baik dan benar dengan menggunakan pengalamannya bertemu dengan jutaan manusia yang berbeda. .
Hwehehe. .^e^
Jalani hidup dengan sebaikbaiknya,, karena sebaikbaiknya hidup yang akan memberikanmu pertolongan dikemudian hari. .
-Muhammad Hendratampandh Setiawan Wignyosoemarto- Posted with WordPress for BlackBerry.
