Risau??
Galau??
Hhmmm. .

HARUS kah??

Bahan Bakar Minyak, BBM, seringkali membuat masyarakat menjadi gusar. Terlebih lagi ketika isu akan kenaikan harga berkembang. Masyarakat menjadi galau, semua menolak untuk menaikan suku-harga-bahan-kebutuhan-sehari hari tersebut. Demo di mana-mana. Penolakan terjadi di seantero negara. Dan yang lebih ekstrim adalah aksi yang terjadi di sulawesi, aksi bakar diri ~semoga bukan aksi bakar diri, tapi kecelakaan yang menyebabkan dia terbakar saja. .~

Ada apa dengan kenaikan harga suku-harga??

Pemerintah berketerangan bahwa harga minya dunia sedang melonjak dan bla bla bla masih banyak lagi alasan yang di paparkan. Dan apa yang bisa kita lakukan?? TIDAK ADA. .

Apa yang kita dapatkan dari kenaikan harga tersebut??
Kelayakan hidup??
Kesejahteraan??
Kenyamanan berkendara??
ZONK!!

Yang diperoleh adalan bantuan langsung tunai sementara,, SEMENTARA!! Setelah itu?? SAMA SAJA. .

Pemerintah pastinya juga tak sembarangan menentukan kenaikan harga tersebut. Tunggakan hutang yang tak kunjung selesai yang membuat pemerintah harus memutar otak jutaan kali agar negara ini tidak di cap sebagai negara yang bangkrut. Mempertahankan ke-MERDEKA-an bangsa di mata dunia walapun seluruh dunia juga mengetahui tentang hutang kita yang menumpuk. Semangat untuk para manajemen negara, saya mengerti ke-susah-an anda. .

Satusatunya hal yang jika diterpakan sejak jaman /jebrot/ dulu,, negara inii akan menjadi sebuah negara yang besar, makmur, sejahtera dan tak terkalahkan. Hal tersebut adalah:

SALING MENGHORMATI

Kebanyakan dari masyarakat adalah mereka belum bisa mengerti akan penderitaan dan tekanan bagi para pemerintah. Mereka hanya pengen semua harga murah, hidup mereka terjamin, sejahtera tanpa adanya timbal balik yang sesuai bagi pemerintah. Hanya tahu masalah demo, aksi, teriak di sana-sini. Mengirimkan tulisan di media massa dan yang lain-lainnya. Tapi lihat sisi positifnya: tugas masyarakat sebagai pengendali pemerintah berperan di sini. Dan HANYA itu saja. Mereka lupa tugas mereka yang juga sebagai pendukun pemerintah dan yang ikut berperan aktif dalam menjaga kesetabilitasan keamanan dan ketertiban negara.

Sisi lainnya, dari pihak atasan juga, menurut hemat saya, kurang memperhatikan keadaan masyarakat yang sedan dalam kondisi yang sangat di bawah sekali. Tanpa bantuan dari anda, Pak, mereka mau menengadahkan tangan kepada siapa?? Mereka berjuang mati-matian demi keluarganya. Mereka tidak hanya sekedar berpangkutangan menunggu bantuan dari yang lainnya,, tapi mereka juga bekerja,, BEKERJA. ~maaf, saya sedang tidak membahas para mahasiswa yang bisanya HANYA berdemo saja TANPA memberikan SOLUSI yang baik~ Para pekerja yang telah bekerja habis-habisan pun juga masih saja belum mampu menyekolahkan anak-anak mereka, walaupun untuk wajib belajar 9 tahun. Fuhh,,

Tapi tak usah risau,, tak perlu galau. .

Kenaikan harga BBM inii hanya suatu cobaan dari ALLAH bagi para umat-Nya dan beliau ingin melihat mampukah mereka melampaui cobaan kali ini, dengan reward yang tentu saja tidak main-main, kenaikan derajat di mata ALLAH. .

Lihat sisi positifnya. .
Tak mampu membeli bensin?? Tenang saja, penjual sepeda masih banyak di mana-mana. Alih-alih membeli bahan bakar kendaraan bermotor, akan lebih elok jika sebagian uang di tabung untuk kemudian dibelikan sepeda angin. Hemat. Dan yang lebih penting lagi adalah: BEBAS POLUSI dan MENYEHATKAN. Bayangan akan bebasnya kemcetan kota jakarta akan terwujudkan jika semua bersepeda. Lagipula para penggiat bike to work juga sedang gencar mempromokan diri mereka bukan. Bersepeda sudah bukan lagi menjadi suatu hal yang mencerminkan kesederhanaan, tapi lebih ke gaya hidup.

Yang kedua, tak mampu membeli makan?? Tenang saja. ALLAH menyediakan puasa sunah senin-kamis bagi mereka. Jika dirasa masih keberata,, ALLAH juga menyediakan puasa sunnah cara nabi daud: sehari puasa, sehari tidak, begitu seterusnya. Hasilnya adalah, badan akan menjadi lebih sehat. Jauh dari penyakit. Dan bagi mereka yang ingin menguruskan badan mereka kegiatan inilah yang paling cocok untuk dilakukan. Tak ada puasa yang menyakitkan bagi pelaksananya, setidaknya itu yang Rasulullah pernah sabdakan.

Tak ada biaya kesehatan?? Insya ALLAH,, dengan kita berpuasa dan bersepeda ke mana-mana kita akan meminimalisir yang namanya sakit dan yang menharuskan kita berobat. Jadi, sedikit banyak kita kan bisa meminimalisir biaya kesehatan keluarga. Syukur malahan dalam satu tahun tak perlu pergi ke dokter untuk berobat. Misalpun harus, puskesmas masih bisa diandalkan. Tak perlu pergi ke rumah sakit kalau memang belum terlalu parah dan belum dirujuk ke sana. Jaman tahun 2012 ini pihak puskesmas juga sudah bisa melalukan banyak hal kok,, hampir apa yang bisa dilakukan di rumah sakit, puskesmas juga bisa. Untuk operasi besar tentunya yang masih belum bisa dilakukan. Hwehehe. .^e^

Nah, yang paling harus dirisaukan adalah: MAHAL-nya biaya pendidikan. Itu yang harus memutar otak jutaan kali. Tapi tenang saja, sekolahpun bisa juga gratis, tergantung para siswanya mau bekerja keras atau tidak. Semakin ke sini, semakin banyak baftar beasiswa yang ditawarkan. Hanya tinggal berjuang memperolehnya. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan dana bantuan operasional sekolah yang memangkas uang pembangunan sekolah tersebut. Jangan malu untuk mencari beasiswa, jangan malu untuk meminta bantuan guru untuk mengurangi uang pembangunan jika itu dirasa perlu. Salah satu cara yang dengan nyata bisa dilakukan untuk menyiasati mahalnya biasa pendidikan adalah: dengan mengalokasikan dana untuk bahan bakar dan biaya makan untuk sekolah,, kan kita sudah bersepeda ke mana dan berpuasa. Ahahay. .^^,

ALLAH tidak semiskin itu untuk memiskinkan juga para umat-Nya. .

Jadi, masih adakah yang haris dikhawatirkan masalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak inii??

/i don’t thnik so. . /
😀

-Muhammad Hendratampandh Setiawan Wignyosoemarto- Posted with WordPress for BlackBerry.